⚠️ Perhatian: Artikel ini adalah penulisan ulang dari berita publik “Harga Saham BBRI Hari Ini 23 September 2026: Menguat ke Rp3.190” oleh Kezia Marcellova, Pintu News. Untuk analisis detail, baca laporan asli di sini.
Ringkasan
Saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) mengawali perdagangan Rabu, 23 September 2026 dengan agak tertekan, tapi berhasil berbalik arah dan mengakhiri hari di zona hijau. Di hari yang sama, IHSG juga menguat di sesi pertama, dan Bank Indonesia memutuskan menahan BI-Rate. Berikut rangkumannya.
Pergerakan BBRI pada 23 September 2026
BBRI menguat tipis 0,31% ke level Rp3.190 per saham, naik Rp10 dari penutupan sebelumnya di Rp3.180. Data harga di bawah bersumber dari TradingView (IDX:BBRI) per Rabu, 23 September 2026 sekitar pukul 16:08 WIB.
| Indikator | Nilai |
|---|---|
| Harga terakhir | Rp3.190 |
| Perubahan harian | +Rp10 (+0,31%) |
| Rentang harian (estimasi) | Rp3.150 – Rp3.230 |
| Kapitalisasi pasar (estimasi) | Sekitar Rp476 triliun |
| Rentang 52 minggu | Rp2.540 – Rp4.170 |
| Penutupan sebelumnya | Rp3.180 |
Catatan dari sumber: rentang harian adalah estimasi dari grafik intraday TradingView; rentang 52 minggu bersumber dari Ajaib; kapitalisasi pasar merupakan estimasi berdasarkan harga terakhir dan jumlah saham beredar yang tersirat dari data Ajaib. Data bukan real-time, dan harga penutupan bisa berbeda dari harga terkini di bursa.
Naik-Turun di Sepanjang Hari
Menurut grafik intraday TradingView, BBRI sempat bergerak di kisaran Rp3.150–Rp3.160 pada paruh pertama sesi I. Setelah itu harganya naik melewati level penutupan sebelumnya, sempat menyentuh sekitar Rp3.230 di sesi II, lalu ditutup di Rp3.190.
Di sektor perbankan yang sama pada hari itu, saham Bank Central Asia (BBCA) naik 1,61% ke Rp6.300, sementara Bank Mandiri (BMRI) naik 0,72% ke Rp4.190.
Performa BBRI dalam Rentang Lebih Panjang
Kalau dilihat lebih jauh ke belakang, data TradingView mencatat BBRI turun 3,63% dalam lima hari terakhir, turun 1,24% dalam sebulan, dan turun 12,84% sejak awal tahun (year-to-date). Sumber juga mengingatkan bahwa pergerakan satu hari belum tentu mencerminkan tren jangka panjang, dan tidak semestinya jadi satu-satunya dasar menilai kondisi fundamental sebuah emiten.
IHSG Menguat di Sesi I
Sementara itu, IHSG dibuka menguat pada Rabu (23/9/2026) dan menutup sesi I naik 0,64% ke level 6.317,46. Sehari sebelumnya, indeks ditutup melemah 1,69% ke 6.277,04. Sepanjang sesi I, IHSG bergerak di rentang 6.253,73–6.325,47 dengan nilai transaksi sekitar Rp6,05 triliun.
Tiga sektor memimpin penguatan di paruh pertama perdagangan:
- Bahan baku (+1,76%)
- Konsumer non-primer (+1,51%)
- Industri (+1,39%)
Bank Indonesia Tahan BI-Rate di 5,75%
Di hari yang sama, hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia 22–23 September 2026 diumumkan: BI-Rate dipertahankan di 5,75%. Suku bunga Deposit Facility berada di 4,75% dan Lending Facility di 6,50%.
Menurut Bank Indonesia, keputusan ini sejalan dengan strategi stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah tekanan eksternal yang kuat, sekaligus mendukung sasaran inflasi 2,5±1% pada 2026–2027. Sumber artikel asli merujuk data Bloomberg Technoz, Infobanknews, dan ANTARA per 23 September 2026.
Key Takeaways
- BBRI menguat 0,31% (+Rp10) ke Rp3.190 pada 23 September 2026, setelah sempat turun ke kisaran Rp3.150 di awal sesi
- Rentang 52 minggu BBRI: Rp2.540–Rp4.170; year-to-date turun 12,84% menurut TradingView
- BBCA naik 1,61% ke Rp6.300 dan BMRI naik 0,72% ke Rp4.190 di hari yang sama
- IHSG menutup sesi I di 6.317,46 (+0,64%), setelah turun 1,69% sehari sebelumnya
- BI menahan BI-Rate di 5,75%, dengan Deposit Facility 4,75% dan Lending Facility 6,50%
Sumber: Pintu News | Penulis: Kezia Marcellova | Tanggal: 23 September 2026


